Tsunami Palu Menyapu Kota Sejauh Ratusan Meter

Sampai Jumat (29/9) jelang tengah malam, kabar duka dari Kota Palu dan Donggala masih datang bertubi-tubi di berbagai linimasa jejaring sosial. Malam gelap mencekam, komunikasi terputus. Hanya satu-dua penyedia jasa telekomunikasi yang masih tersambung nomor teleponnya, itu pun kalau baterai telepon genggamnya tak habis. Pasalnya, pasokan listrik padam seluruhnya sejak pertama kali gempa besar melanda. Kini, sampai lewat hari berganti, kabar dari Palu masih terputus.

Kekalutan makin bertambah ketika informasi tsunami di Pesisir Laut Talise Kota Palu benar-benar valid. Setelah petang tadi beberapa kali kabar simpang siur tersebar, nyatanya video tsunami itu benar adanya. Melansir BMKG, ketinggian gelombang tsunami sampai mencapai lebih dari 1,5 meter. Sementara, video tsunami yang tersebar itu direkam di atas bangunan Palu Grand Mall, persis di tepian Pantai Talise, di Teluk Kota Palu.

Sampai akhirnya koneksi terhubung dengan Muhammad Fajar, salah satu warga Kecamatan Tatanga, Kota Palu sebelah barat. Cerita dari Muhammad Fajar menggambarkan bagaimana mencekamnya Kota Palu beberapa jam pascagempa besar.

“Saya berada di dalam kamar sewaktu gempa. Guncangannya sangat keras. Saya seolah jadi bola terlempar-lempar,” ujar Muhammad Fajar.

Tsunami menyapu Palu ratusan meter

Membenarkan adanya bencana tsunami sesaat setelah gempa besar 7,4 SR, Fajar mengatakan tsunami terjadi di Pantai Talise. Tsunami Palu menyapu apapun yang dilaluinya sepanjang ratusan meter.

“Saya menerima banyak informasi tsunami di Pantai Talise menyapu sampai ratusan meter ke tengah kota. Setelah itu air laut surut kembali. Padahal sore tadi pas gempa, di Pantai Talise itu sedang ada persiapan pembukaan agenda tahunan, Palu Nomoni 2018. Banyak orang di pesisir pantai,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fajar juga menerima kabar dari kawannya di Donggala bahwa air laut juga sempat naik tinggi di sepanjang Pesisir Donggala.

“Tsunami juga di Pesisir Donggala. Katanya ada kapal juga yang sampai terseret (tsunami) ke jalan raya di daerah Donggala,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Fajar juga mengatakan, sejumlah rumah di sekitar tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat. “Rata-rata rumah di kompleks perumahan itu ambruk. Hampir semua rumah di Perumnas Balaroa, Palu Barat rata dengan tanah,” tambahnya.

 

2019-06-10T00:11:19+00:00